Rabu, 03 Juli 2013

Macam Macam Gelar

macam macam gelar

 

 

 Macam Macam Gelar

Macam-macam Gelar, yaitu :
  1. Gelar Akademik
  2. Gelar Profesi
  3. Gelar Vokasi
  4. Gelar Macem-macem

 
1. Gelar Akademik
Gelar akademik atau gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.
Gelar akademik kadangkala disebut dengan istilahnya dalam bahasa Belanda yaitu titel (dari bahasa Latin titulus).

Gelar akademik terdiri dari
  1. sarjana (bachelor)
  2. magister (master), dan
  3. doktor (doctor)
a. Sarjana (S1)
Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain Doktorandus (Drs.), Doktoranda (Dra.), dan Insinyur (Ir.).
Setelah tahun 1993, penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain :
  • Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM)
  • Sarjana Ekonomi (S.E.)
  • Sarjana Hukum (S.H.)
  • Sarjana Teknik (S.T.)
  • Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP)
  • Sarjana Agama (S.Ag.)
  • Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
  • Sarjana Komputer (S.Kom.)
  • Sarjana Psikologi (S.Psi)
  • Sarjana Sosial (S.Sos) – Bidang Study Ilmu Administrasi Niaga atau Negara
  • Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.), dan
  • Sarjana Teologi Kristen (S.Th.)
Nah, Gelar sarjana ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S diikuti inisial bidang studi.
Strata pendidikan Sarjana ini disebut sebagai Strata 1 atau biasa disingkat S1.
Studi Sarjana terdiri dari 144 SKS (satuan kredit semester) dan secara normatif ditempuh selama 4 tahun.

b. Magister (S2)
Macam-macam Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain :
  • Magister Manajemen (M.M.)
  • Magister Sains (M.Si.)
  • Magister Ilmu Komputer (M.Kom.)
  • Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI.)
  • Magister Pendidikan (M.Pd.)
  • Magister Teknik (M.T.)
  • Magister Hukum (M.H.)
  • Magister Humaniora (M.Hum.)
  • Magister Teknologi Informasi (M.T.I.)
  • Magister Teknik (M.T.)
  • Magister Akuntansi (M.Ak.)
  • Magister Administrasi Rumah Sakit (M.A.R.S.), dan
  • Magister Kenotariatan (M.Kn.)
Gelar magister ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf M diikuti inisial bidang studi.
Strata pendidikan Magister ini disebut sebagai Strata-2 atau biasa disingkat S2.

c. Doktor (S3)
Gelar doktor dari bidang studi apapun bergelar Doktor dan ditulis di depan nama yang berhak dengan mencantumkan singkatan Dr.
Strata pendidikan Doktor ini disebut sebagai Strata 3 atau biasa disingkat S3.
Kita coba menyenggol Gelar akademik di Hindia-Belanda dan Belanda, yaitu :
  • Doctorandus (Drs.)
  • Ingenieur (Ir.)
  • Meester in de Rechten (Mr.)
Kita senggol juga, Gelar akademik di negara-negara yang menganut sistem Anglo-Saxon :Seperti :

Bachelor :
  • Bachelor of Arts (B.A.)
  • Bachelor of Science (B.Sc.)
  • Bachelor in Computer Science
  • Bachelor of Law (L.L.B.)
Master :
  • Master of Arts (M.A.)
  • Master of Science (M.Sc.)
  • Master of Engineering (M.Eng.)
  • Master of Engineering Science (M.Eng.Sc.)
  • Master of Busines Administration (M.B.A.)
  • Master of Theology (M.Th.)
  • Theologiae Magister (Th.M.)
  • Master of Laws (L.L.M.)
Doctor :
  • Master of Philosophy (M.Phil.) (pra-S3)
  • Doctor of Philosophy (Ph.D.)
  • Doctor of Theology (Th.D.)
  • Doctor of Education (Ed.D.)
Dan berikut adalah Gelar akademik di Jerman :
  • Diplom-Ingenieur (Dipl.-Ing.)
  • Magister
  • Doktor + Bidang Studi: Dr. rer. nat., Dr. phil., Dr. iur., Dr. rer. oec., Dr. rer. pol., Dr. med., Dr.-Ing.
2. Gelar Profesi
Gelar profesi adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan profesi pada bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.
Di Indonesia, gelar profesi diatur oleh senat perguruan tinggi dan organisasi profesi be
rdasarkan standar profesi yang terkait sebagai dan ditulis di belakang nama yang berhak.

Berikut ini, adalah Gelar profesi yang ada di Indonesia antara lain:
  • Dokter (dr.)
  • Dokter gigi (drg.)
  • Dokter spesialis (Sp.)
  • Akuntan (Ak.)
  • Apoteker (Apt.)
  • Psikolog (Psi.)
Contoh Penulisan Gelar profesi :
  • Bagus Budiono, Apt.
  • Bagus Budiono, dr.
  • Bagus Budiono, drg.

3. Gelar Vokasi
Gelar vokasi adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan vokasi bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.
Nah, lho, Apa sih Pendidikan vokasi ?
Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang mencakup program pendidikan diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4, maksimal setara dengan program pendidikan sarjana.
Lulusan pendidikan vokasi, tentunya akan mendapa
tkan gelar vokasi.
Gelar vokasi di Indonesia :
Di Indonesia, gelar vokasi diatur oleh senat perguruan tinggi dan ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan singkatannya.
Gelar vokasi yang ada di Indonesia antara lain:
  • Ahli Pratama (A.P.)
  • Ahli Muda (A.Ma.)
  • Ahli Madya (A.Md.)
  • Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.)
  • Sarjana Sains Terapan (S.S.T.)
4. Gelar Macem-macem (Gelar Campuran – di campur dan di aduk)
Misalnya :
  1. Gelar Pemimpin Agama dan Spiritual
  2. Gelar Jabatan Kepala Negara
  3. Gelar Jabatan Pemerintahan
  4. Gelar Sebutan Kebangsawanan
  5. Gelar Kebangsawanan Jawa
  6. Gelar Paku Alaman
  7. Gelar Mangkunagaran
  8. Gelar Kerajaan Kubu
  9. Dan masih banyak gelar-gelar lainnya seiring perkembangan peradaban peri-kehidupan manusia, seperti gelar-gelar yang muncul dari Dunia Persilatan. Tetapi memang gelar-gelar tsb hanya bersifat lebih ke komunitas saja (mungkin karena ruang lingkup nya masih kecil)
OK. Saya coba urai satu-satu, dari mulai Gelar pemimpin agama dan spiritual sampai Gelar Kerajaan Kubu.

a. Gelar Pemimpin Agama dan Spiritual
Diantara yang termasuk Gelar pemimpin agama dan spiritual, adalah :
  • Ayatullah
  • Ajengan
  • Bhiksu
  • Diakon
  • Diakones
  • Imam (Islam)
  • Imam
  • Kardinal
  • Kiai
  • Mufti
  • Mullah
  • Pastor
  • Paus
  • Penatua
  • Pendeta
  • Rabi
  • Sunan
  • Syekh
  • Tengku
  • Uskup
  • Uskup Agung
  • Dlsb. (dan lain-lain)
b. Gelar Jabatan Kepala Negara
Untuk – Gelar Jabatan Kepala Negara, mari kita bagi 3 item, yaitu :
  1. Ada Kepala Negara yang diangkat secara - Dipilih
  2. Ada Kepala Negara yang diangkat secara - Ditunjuk, dan
  3. Ada Kepala Negara yang diangkat secara -Diwariskan.
1. Kepala Negara yang diangkat secara - Dipilih, diantaranya :
  • Kanselir
  • Perdana Menteri
  • Presiden
2. Kepala Negara yang diangkat secara - Ditunjuk, diantaranya :
  • Gubernur-Jendral
3. Kepala Negara yang diangkat secara - Diwariskan, diantaranya :
  • Kaisar
  • Khalifah
  • Raja
  • Shogun
  • Sultan
  • Tsar
Tambahan :
Gelar jabatan pemerintahan di Indonesia :
  • Menteri
  • Gubernur
  • Bupati
  • Wali Kota
  • Lurah
  • Camat
  • Kades (Kepala Desa) – sebenarnya udah saja sampe camat yahhh…
  • Kadus (Kepala Dusun)
  • Pak RW
  • Pak RT.
c. Gelar Sebutan Kebangsawanan
- Di Indonesia, diantaranya :
  • Aji (pria, wanita – Kutai, Pasir)
  • Anak Agung (pria, wanita – Bali)
  • Andi (pria, wanita – Bugis)
  • Aru, Arung (pria, wanita – Bone)
  • Awang (pria – Kalimantan)
  • Bagindo (pria – Minangkabau)
  • Baiq (wanita – Sasak)
  • Cut (wanita – Aceh)
  • Cokorda (pria – Bali)
  • Datuk (pria – Melayu, Minangkabau)
  • Daeng (pria – Makasar)
  • Dayang (wanita – Kalimantan)
  • Desak (wanita – Bali)
  • Dewa (pria – Bali)
  • Encik (pria/wanita – Melayu)
  • Gusti (pria – Jawa, Sunda, Bali, Banjar)
  • Ingkang Sinuhun (pria – Jawa)
  • Karaeng (pria – Makasar)
  • Kiagus (pria – Palembang)
  • Kiemas / Kemas / Kimas (pria – Palembang)
  • Kolano (pria – Maluku)
  • La Ode (pria – Buton)
  • Lalu (pria – Sasak)
  • Masagus (pria – Palembang)
  • Masayu (wanita – Palembang)
  • Meurah/Marah (pria – Aceh, Gayo, Melayu)
  • Nyimas (wanita – Palembang)
  • Raden (pria – Jawa, Sunda, Palembang)
  • Rakean (pria – Sunda)
  • Panembahan (pria – Jawa, Sunda, Palembang, Banjar)
  • Pangeran (pria – Jawa, Melayu)
  • Pocut (wanita – Aceh)
  • Puti (wanita – Minangkabau)
  • Ratu (wanita – Banten)
  • Sangaji (pria – Maluku Utara)
  • Siti (wanita – Minangkabau)
  • Sri (pria – Jawa, Sunda, Bali)
  • Sutan (pria – Minangkabau)
  • Tengku (pria, wanita – Riau)
  • Teuku (pria – Aceh)
  • Tuanku (pria – Aceh, Melayu, Minangkabau)
  • Tubagus (pria – Banten)
  • Wa Ode (wanita – Buton)
  • Yang Mulia (pria – Melayu)
  • Dlsb.
- Di Luar Negeri, diantaranya :
  • Samurai
  • Yang Dipertuan Agung
  • Dlsb.
d. Gelar Sosial
Diantaranya :
  • Bapak
  • Encik
  • Guru
  • Ibu
  • Nona
  • Nyai
  • Tuan
  • Dlsb.
e. Gelar Kebangsawanan Jawa
Gelar kebangsawanan di Indonesia pada umumnya diberikan kepada masyarakat keraton dan orang-orang di luar keraton yang dianggap berjasa kepada keraton.
Seorang raja di kerajaan Mataram biasanya memiliki beberapa orang istri / selir (garwa ampeyan) dan seorang permaisuri / ratu (garwa padmi).
Dari beberapa istrinya inilah raja tersebut memperoleh banyak anak le
laki dan perempuan dimana salah satu anak lelakinya akan meneruskan tahtanya dan diberi gelar putra mahkota.
Sistem pergantian kekuasaan yang diterapkan biasanya adalah primogenitur lelaki (bahasa Inggris: male primogeniture) dimana anak lelaki tertua dari permaisuri berada di urutan teratas disusul kemudian oleh anak lelaki permaisuri lainnya dan setelah itu anak lelaki para selir.

f. Gelar Kasunanan
Berikut ini adalah Gelar yang dipakai di Kasunanan Surakarta:
Penguasa Kasunanan:
  • Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Prabu Sri Paku Buwana Senapati ing Alaga Ngabdulrahman Sayidin Panatagama Kaping (SISKS)
  • Permaisuri Susuhunan Pakubuwana: Gusti Kanjeng Ratu (GKR), dengan urutan:
    - Ratu Kilen (Ratu Barat)
    - Ratu Wetan (Ratu Timur)
Selir Susuhunan Pakubuwana:
Kanjeng Bendara Raden Ayu (KBRAy), dengan urutan:
  • Bandara Raden Ayu
  • Raden Ayu
  • Raden
  • Mas Ayu
  • Mas Ajeng
  • Mbok Ajeng
Pewaris tahta Kasunanan (putra mahkota): Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum Amangku Negara Sudibya Rajaputra Nalendra ing Mataram.
  • Anak lelaki selain putra mahkota dari permaisuri ketika masih muda: Raden Mas Gusti (RMG)
  • Anak lelaki selain putra mahkota dari permaisuri ketika sudah dewasa: Kanjeng Gusti Pangeran (KGP), dengan urutan:
    - Mangku Bumi
    - Bumi Nata
    - Purbaya
    - Puger
  • Anak lelaki dari selir ketika masih muda: Bendara Raden Mas (BRM)
  • Anak lelaki dari selir ketika sudah dewasa: Bendara Kanjeng Pangeran (BKP)
  • Cucu lelaki dari garis pria: Bendara Raden Mas (BRM)
  • Cicit lelaki dan keturunan lelaki lain dari garis pria: Raden Mas (RM)
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika belum dinikahkan: Gusti Raden Ajeng (GRA)
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika sudah dinikahkan: Gusti Raden Ayu (GRAy)
  • Anak perempuan tertua dari permaisuri ketika sudah dewasa: Gusti Kanjeng Ratu (GKR), dengan urutan:
    - Sekar-Kedhaton.
    - Pembayun.
    - Maduratna.
    - Bendara.
    - Angger.
    - Timur.
  • Anak perempuan dari selir ketika belum dinikahkan: Bendara Raden Ajeng (BRA)
  • Anak perempuan dari selir ketika sudah dinikahkan: Bendara Raden Ayu (BRAy)
  • Anak perempuan tertua dari selir ketika sudah dewasa: Ratu Alit
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sebelum dinikahkan: Raden Ajeng (RA)
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sesudah dinikahkan: Raden Ayu (RAy)
g. Gelar Kesultanan
Berikut adalah – Gelar yang dipakai di Kesultanan Yogyakarta :
  • Penguasa Kesultanan: Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwana Senapati ing Alaga Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping … (yang berarti pemimpin yang menguasai dunia, komandan besar, pelayan Tuhan, Tuan semua orang yang percaya)
  • Permaisuri Sultan Hamengkubuwana: Gusti Kanjeng Ratu (GKR)
  • Selir Sultan Hamengkubuwana: Kanjeng Bendara Raden Ayu (KBRAy)
  • Pewaris tahta Kesultanan (putra mahkota): Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum Amangku Negara Sudibya Rajaputra Nalendra ing Mataram
  • Anak lelaki selain putra mahkota dari permaisuri ketika masih muda: Gusti Raden Mas (GRM)
  • Anak lelaki selain putra mahkota dari permaisuri ketika sudah dewasa: Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH)
  • Anak lelaki dari selir ketika masih muda: Bendara Raden Mas (BRM)
  • Anak lelaki dari selir ketika sudah dewasa: Bendara Pangeran Harya (BPH)
  • Cucu lelaki dan keturunan lelaki lain dari garis pria: Raden Mas (RM)
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika belum dinikahkan: Gusti Raden Ajeng (GRA)
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika sudah dinikahkan: Gusti Raden Ayu (GRAy)
  • Anak perempuan tertua dari permaisuri ketika sudah dewasa: Gusti Kanjeng Ratu (GKR)
  • Anak perempuan dari selir ketika belum dinikahkan: Bendara Raden Ajeng (BRA)
  • Anak perempuan dari selir ketika sudah dinikahkan: Bendara Raden Ayu (BRAy)
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sebelum dinikahkan: Raden Ajeng (RA)
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sesudah dinikahkan: Raden Ayu (RAy)
h. Gelar Paku Alaman
Nah, kalo yang berikut ini adalah Gelar biasa dipakai di Kadipaten Paku Alaman di Yogyakarta
  • Penguasa Paku Alaman: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Harya Raja Paku Alam Kaping …
  • Permaisuri Raja Paku Alam: Kanjeng Bendara Raden Ayu (KBRAy)
  • Selir Raja Paku Alam: Bendara Raden Ayu (BRAy) atau Raden Ayu (RAy)
  • Pewaris tahta Paku Alaman (putra mahkota): Bandara Pangeran Harya Suryadilaga
  • Anak lelaki selain putra mahkota dari permaisuri ketika masih muda: Gusti Bendara Raden Mas (GBRM)
  • Anak lelaki selain putra mahkota dari permaisuri ketika sudah dewasa: Kanjeng Pangeran Harya (KPH)
  • Anak lelaki dari selir ketika masih muda: Raden Mas (RM)
  • Anak lelaki dari selir ketika sudah dewasa: Bendara Raden Harya (BRH)
  • Cucu lelaki dan keturunan lelaki sampai generasi ketiga dari garis pria: Raden Mas (RM)
  • Keturunan lelaki setelah generasi keempat lain dari garis pria: Raden
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika belum dinikahkan: Gusti Bendara Raden Ajeng (GBRA)
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika sudah dinikahkan: Gusti Bendara Raden Ayu (GBRAy)
  • Anak perempuan dari selir ketika belum dinikahkan: Bendara Raden Ajeng (BRA)
  • Anak perempuan dari selir ketika sudah dinikahkan: Bendara Raden Ayu (BRAy)
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sebelum dinikahkan: Raden Ajeng (RA)
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sesudah dinikahkan: Raden Ayu (RAy)
i. Gelar Mangkunagaran
Selanjutnya adalah Gelar yang dipakai di Praja Mangkunagaran di Surakarta
  • Penguasa Mangkunagaran: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Harya Mangku Negara Senapati ing Ayuda Kaping … (KGPAA)
  • Permaisuri Raja Mangkunagara: Kanjeng Bendara Raden Ayu (KBRAy)
  • Selir Raja Paku Mangkunagara: Bendara Raden Ayu (BRAy) atau Raden Ayu (RAy)
  • Pewaris tahta Mangkunagaran (putra mahkota): Pangeran Adipati Harya Prabu Prangwadana
  • Anak lelaki selain putra mahkota dari permaisuri: Gusti Raden Mas (GRM)
  • Anak lelaki dari selir: Bendara Raden Mas (RM)
  • Cucu lelaki dan keturunan lelaki sampai generasi ketiga dari garis pria: Raden Mas (RM)
  • Keturunan lelaki setelah generasi keempat lain dari garis pria: Raden
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika belum dinikahkan: Gusti Raden Ajeng (GRA)
  • Anak perempuan dari permaisuri ketika sudah dinikahkan: Gusti Raden Ayu (GRAy)
  • Anak perempuan dari selir ketika belum dinikahkan: Bendara Raden Ajeng (BRA)
  • Anak perempuan dari selir ketika sudah dinikahkan: Bendara Raden Ayu (BRAy)
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sebelum dinikahkan: Raden Ajeng (RA)
  • Cucu perempuan dan keturunan perempuan lain dari garis pria, sesudah dinikahkan: Raden Ayu (RAy)
j. Gelar lain-lainnya
Selain beberapa gelar tersebut di atas, di lingkungan keraton sering juga dijumpai sebutan khusus seperti:
  • Sekarkedhaton (untuk menyebut putri sulung permaisuri)
  • Sekartaji (untuk putri kedua)
  • Candrakirana (untuk putri ketiga)
  • Putra tertua dari seluruh Garwa Ampeyan bergelar Bendara Raden Mas Gusti dan akan berubah menjadi Gusti Pangeran setelah diangkat menjadi pangeran.
Sedangkan putri tertua dari seluruh Garwa Ampeyan bergelar Bendoro Raden Ajeng Gusti dan akan berubah menjadi Pembayun setelah menikah.
Khusus untuk putri sulung (tertua) dari Garwa Ampéyan mendapat gelar Kanjeng Ratu.
Beberapa gelar yang diberikan/dianugerahkan/diturunkan baik oleh trah Kesultanan, Kasunanan, Pakualaman atau Mangkunegaran memiliki beberapa karakteristik khas yang terdiri dari gelar turunan (darah) dan istimewa.
Gelar-gelar yang telah anda baca di atas merupakan gelar-gelar turunan hanya sampai generasi ketujuh saja.
Untuk generasi selanjutnya (8 sampai …), bagi putra mendapatkan gelar Raden (R.) dan bagi putri gelarnya Rara (Rr.). Gelar tersebut berlaku sampai generasi ke berapapun dengan catatan berasal dari keturunan lelaki.
Dalam lingkup gelar kebangsawanan Mataram Islam, 4 praja nagari (Kesultanan, Kasunanan, Pakualaman, Mangkunegaraan) juga mengenal Gelar Istimewa.
Gelar-gelar ini dibedakan menjadi 2 macam, yakni dapat d
iteruskan pada generasi berikutnya baik putra maupun putri dengan syarat sepengetahuan pihak keraton dan yang tidak dapat diturunkan pada generasi berikutnya dengan alasan merupakan gelar jabatan.
Pada gelar istimewa yang dapat diturunkan, untuk keturunan dari lelaki dapat memperoleh gelar yang sama dengan generasi sebelumnya, khusus keturunan dari perempuan gelarnya akan diturunkan sesuai tingkatan gelar umum.
Jika tingkatan gelar keturunan dari perempuan habis maka keturunan berikutnya tidak mendaptkan gelar lagi.

Contoh gelar yang dapat diturunkan :
Putra :
  • Raden Mas (R.M.)
  • Raden (R.)
  • Raden Bagus (pernah digunakan dahulu: R.B.)
  • Raden Mas Ngabehi (R.MNg.)
  • Raden Ngabehi (R.Ng.)
  • Mas Ngabehi (M.Ng.)
  • Raden Panji (pernah digunakan dahulu : R.P.)
  • Mas / Mas Anom (merupakan gelar terakhir : ditulis lengkap)
Putri :
  • Raden Ayu (R.A.)
  • Rara (Rr.)
  • Raden Nganten (berlaku untuk 1-2 tingkat keturunan : R.Ngt.)
  • Mas Ayu
  • Nimas Ayu
  • Nimas / Putri / Ayu ((merupakan gelar terakhir : ditulis lengkap)
Perlu diperhatikan untuk poin ketiga dan seterusnya pada gelar putra & putri, gelar-gelar tersebut dapat diwisudakan pada generasi selanjutnya dengan beberapa pendapat :

1. jika keturunannya sudah dewasa, atau 2. jika sudah diketahui pihak keraton, atau 3. jika disetujui pihak keraton.

Polemik gelar itu masih simpang siur.
Namun bagi keturunan yang te
lah yakin dengan gelar yang disandang, hendaklah arif menggunakan gelar tersebut karena menyangkut harkat dan martabat generasi di atasnya.
Khusus untuk gelar putri apabila ada seorang putri dengan gelar RA. menikah dengan priyayi alit (masyarakat biasa) dan mempunyai anak putri maka gelar anaknya tersebut diturunkan menjadi Rr. dan seterusnya.

Contoh Gelar Istimewa karena Jabatan :
Biasa disandang oleh para Priyayi Anom, Adipati, Patih, Bupati, Wedana, Camat, Mantri dsb. (gelar ini dahulu disandangkan pada laki-laki, karena pemangku jabatan mayoritas adalah laki-laki, sedangkan istrinya juga mendapatkan gelar istimewa namun jarang)
  • Kanjeng Radèn Harya Tumenggung (KRHT)
  • Mas Radèn Harya Tumenggung (MRHT)
  • Kanjeng Radèn Mas Tumenggung (KRMT)
  • Radèn Mas Tumenggung (RMT)
  • Mas Tumenggung / Mas Adipati / Mas Anom Adipati
  • Kanjeng Mas Ayu Tumenggung
  • Mas Ayu Tumenggung
  • Nimas Ayu Tumenggung
  • Raden Ngabehi (RNg)
  • Radèn Ngantèn (RNgt)
  • Mas Ngabéi (MNg)
  • Mas Ayu
k. Gelar Kerajaan Kubu
Putra Mahkota/Pangeran :
Syarif (atau Sayyid) (nama pribadi) ibni al-Marhum Syarif (atau Sayyid) (nama bapaknya) Al-Idrus (nama marga/keluarga), Tuan Besar Kubu (aslinya: Yang di-Pertuan Besar).
Anggota laki-laki keluarga Kesultanan yang lain, keturunan pada garis Bapak:
Syarif (atau Sayyid) (nama pribadi) ibni Syarif (or Sayyid) (nama bapaknya) Al-Idrus (nama marga/keluarga).
Anggota wanita keluarga Kesultanan, keturunan pada garis bapak:
Syarifah (nama pribadi) binti Syarif (atau Sayyid) (nama bapaknya) Al-Idrus (nama marga/keluarga).

Nah, sekarang kita Ngobrol Bebas saja.
Masih tetep, ngomongin Gelar dan tetek bengek nya :
Gelar adalah awalan (prefiks) atau akhiran (sufiks) yang ditambahkan pada nama seseorang untuk menandakan penghormatan, jabatan resmi, atau kualifikasi akademis atau profesional.

1. Gelar akademik dan profesional
  • Akuntan
  • Dokter
  • Doktorandus / Doktoranda
  • Insinyur
  • Magister
  • MBA
  • Ph.D.
  • Profesor
  • Sarjana
2. Gelar dokter spesialis di Indonesia
- Dokter spesialis
Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu.
Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pasca sarjana(spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis.
Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum.
- Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia
Pendidikan dokter spesialis di Indonesia dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS yaitu program pendidikan untuk melatih seorang dokter umum untuk menjadi dokter spesialis tertentu.
Lama pendidikan ini bervariasi rata-rata 8 semester. Program ini baru dilakukan oleh beberapa fakultas kedokteran di universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan.
Dokter umum yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis disebut residen.

Di bawah ini adalah gelar-gelar dokter spesialis dan lama pendidikannya di Indonesia:
  • Sp.A – Spesialis Anak (8 Semester)
  • Sp.An – Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi (7 Semester)
  • Sp.And – Spesialis Andrologi (6 Semester)
  • Sp.B – Spesialis Bedah (10 Semester)
  • Sp.BA – Spesialis Bedah Anak (10 Semester)
  • Sp.BM – Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial (dokter gigi)
  • Sp.BTKV – Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (10 Semester)
  • Sp.BP – Spesialis Bedah Plastik (10 Semester)
  • Sp.BS – Spesialis Bedah Saraf (11 Semester)
  • Sp.EM – Spesialis Kedaruratan Medik (8 Semester)
  • Sp.F – Spesialis Kedokteran Forensik (6 Semester)
  • Sp.FK – Spesialis Farmakologi Klinik (6 Semeter)
  • Sp.JP – Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (10 Semester)
  • Sp.KFR – Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
  • Sp.KG – Spesialis Konservasi Gigi (dokter gigi)
  • Sp.KGA – Spesialis Kedokteran Gigi Anak (dokter gigi)
  • Sp.KJ – Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiatri (8 Semester)
  • Sp.KK – Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin (7 Semester)
  • Sp.KN – Spesialis Kedokteran Nuklir (7 Semeter)
  • Sp.KO – Spesialis Kedokteran Olahraga (7 Semester)
  • Sp.M – Spesialis Mata (7 Semeter)
  • Sp.MK – Spesialis Mikrobiologi Klinik (6 Semester)
  • Sp.OG – Spesialis Obstetri & Ginekologi (kebidanan dan kandungan) (9 Semester)
  • Sp.Ok – Spesialis Kedokteran Okupasi (kerja) (6 Semester)
  • Sp.Onk.Rad – Spesialis Onkologi Radiasi (7 Semester)
  • Sp.Ort – Spesialis Ortodonsia (perawatan maloklusi) (dokter gigi)
  • Sp.OT – Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi (9 Semester)
  • Sp.P – Spesialis Paru (Pulmonologi) (7 Semester)
  • Sp.Perio – Spesialis Periodonsia (jaringan gusi dan penyangga gigi) (dokter gigi)
  • Sp.PA – Spesialis Patologi Anatomi (6 Semester)
  • Sp.PD – Spesialis Penyakit Dalam (9 Semester)
  • Sp.PK – Spesialis Patologi Klinik (8 Semester)
  • Sp.PM – Spesialis Penyakit Mulut (dokter gigi)
  • Sp.Pros – Spesialis Prostodonsia (restorasi rongga mulut) (dokter gigi)
  • Sp.Rad – Spesialis Radiologi (7 Semester)
  • Sp.RM – Spesialis Rehabilitasi Medik (8 Semester)
  • Sp.RKG – Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (dokter gigi)
  • Sp.S – Spesialis Saraf (8 Semeter)
  • Sp.THT-KL – Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (8 Semeter)
  • Sp.U – Spesialis Urologi (10 Semester)
  • Sp.Ger – Spesialis Geriatri (sedang dikaji)
Sub-spesialis / konsultan
Sebagian dokter spesialis melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu subspesialis (Sp2), atau lebih dikenal sebagai konsultan.
Pendidikan Sp2 ini dijalani selama 4 sampai 6 smester. Beberapa gelar yang ditambahkan:
(K) diakhir gelar spesialisasi berarti Konsultan/Spesialis 2/Sub Spesialis, misalnya Sp.A (K) – artinya Spesialis Anak Konsultan
  • KFER – “Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi” (biasanya dimiliki oleh spesialis kebidanan)
  • KFM – “Konsultan Feto Maternal” (dimiliki oleh spesialis kebidanan-kandungan)
  • Gelar yang bisa ditambahkan pada spesialis jantung dan spesialis bedah:
    - FACC – “Fellow of the American College of Cardiologists”
    - FACP – “Fellow of the American College of Physicians”
    - FACS – “Fellow of the American College of Surgeons”, menandakan anggota dari “American College of Surgeons”
    - FESC – “Fellow of the European Society of Cardiology”
    - FICS – “Fellow Of the International College Of Surgeon”
    - FIHA – “Fellows Indonesian Heart Association”
  • Tambahan gelar lainnya:
    - DPM – “Doctor of Pediatric Medicine”
    - FAAEM – “Fellow of the American Academy of Emergency Medicine”
    - FAAFP – “Fellow of the American Academy of Family Physicians” spesialis di bidang “dokter keluarga”
    - FACE – “Fellow of the American College of Endocrinology”
    - FACEP – “Fellow of the American College of Emergency Physicians”
    - FACFAS – “Fellow of the Amer
    ican College of Foot and Ankle Surgeons”
    - FACOG – “Fellow of the American College of Obstetrics and Gynecologists”
    - FCCP – “Fellow of the American College of Chest Physicians”
  • Dalam ilmu penyakit dalam, terdapat 12 sub-spesialis, diantaranya:
    - Alergi-Immunologi Klinik (Sp.PD-KAI)
    - Gastroenterologi-Hepatologi (Sp.PD-KGEH)
    - Geriatri (Sp.PD-KGer)
    - Ginjal-Hipertensi (Sp.PD-KGH)
    - Hematologi – Onkologi Medik (Sp.PD-KHOM)
    - Hepatologi (Sp.PD-KH)
    - Kardiovaskular (Sp.PD-KKV)
    - Endokrin-Metabolik-Diabetes(Sp.PD-KEMD)
    - Psikosomatik (Sp.PD-KPsi)
    - Pulmonologi (Sp.PD-KP)
    - Reumatologi (Sp.PD-KR)
    - Penyakit Tropik-Infeksi (Sp.PD-KPTI)
Terdapat 14 sub-spesialis ilmu kesehatan anak, antara lain:
  • Alergi Imunologi
  • Endokrinologi
  • Gastro-Hepatologi
  • Hematologi Onkologi
  • Infeksi & Pediatri Tropis
  • Kardiologi
  • Nefrologi
  • Neurologi
  • Nutrisi & Penyakit Metabolik
  • Pediatri Gawat Darurat
  • Pencitraan
  • Perinatologi
  • Respirologi
  • Tumbuh Kembang Ped. Sosial
Terdapat 9 sub-spesialis THT-KL, antara lain:
  • Otologi
  • Neurotologi
  • Rinologi
  • Laringo-Faringologi
  • Onkologi Kepala Leher
  • Plastik Rekonstruksi
  • Bronkoesofagologi
  • Alergi Imunologi
  • THT Komunitas
Sub-spesialis dalam bidang anestesiologi dan reanimasi, diantaranya:
  • Perawatan Intensif/ICU (Sp.An-KIC)
  • Anestesi Bedah Jantung, torax dan kardiovaskuler
  • Klinik nyeri
  • Regional analgesi
  • Anestesi bedah saraf
  • Anestesi pediatrik
  • Anestesi bedah umum
Sub-spesialis dalam bidang kulit dan kelamin, antara lain:
  • Infeksi Menular Seksual,
  • Herpes,
  • Dermatosis,
  • Bedah Kulit.
Sub-spesialis dalam ilmu bedah, antara lain:
  • Bedah Digestif (SpB.KBD)
  • Bedah Onkologi (SpB(K)Onk)
  • Bedah Plastik
  • Bedah Anak
  • Bedah Vaskuler
  • Bedah Toraks dan Kardiovaskuler
  • Bedah Urologi
  • Bedah Saraf
  • Bedah Ortopedi dan Traumatologi
  • Bedah Umum
Sub-spesialis dalam Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi (Paru) , antara lain:
  • Infeksi
  • Onkologi Toraks
  • Asma dan PPOK
  • Pulmonologi Intervensi dan Gawat Darurat Napas
  • Faal Paru Klinik
  • Paru Kerja dan Lingkungan
  • Imunologik klinik
Gelar Magister
  • M.Kes – Magister Kesehatan
  • M.Ked – Magister Kedokteran
  • M.Pd.Ked – Magister Pendidikan Kedokteran
  • M.Kesja – Magister Kesehatan Kerja
  • MMR – Magister Manajemen Rumahsakit
  • MARS – Magister Administrasi Rumah Sakit
  • MKK – Magister Kedokteran Kerja
  • MKK – Magister Kedokteran Klinik
TAMBAHAN INFORMASI :
Perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan spesialis.
Di Indonesia, hingga sekarang terdapat sedikitnya 13 perguruan tinggi yang menyediakan program pendidikan dokter spesialis, yakni:
  • Universitas Sumatera Utara, Medan
  • Universitas Andalas, Padang
  • Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Universitas Indonesia, Jakarta
  • Universitas Padjajaran, Bandung
  • Universitas Diponegoro, Semarang
  • Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta
  • Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Universitas Airlangga, Surabaya
  • Universitas Brawijaya, Malang
  • Universitas Udayana, Denpasar
  • Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Universitas Hasanuddin, Makassar

Perbedaan Doktor dan Dokter

perbedaan doktor dan dokter


Perbedaan Doktor dan Dokter - Masih hangat dalam ingatan kita ketika acara pelantikan tanggal 20 Oktober 2009 lalu, Ketua MPR RI dengan terbata-bata dan salah menyebutkan gelar Presiden SBY dan Wakil Presiden Budiono. Beberapa kali beliau menyebut Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Prof. Dr. H. Boediono dengan dokter bukan doktor.

Yang menjadi masalah adalah bukan karena tidak mengetahui beda antara dokter dan doktor, melainkan karena penulisan singkatan gelar Dr. (ditulis huruf d besar dan huruf r kecil diakhiri dengan tanda titik) yang membuat sang ketua ragu-ragu menyebutkannya: doktor atau dokter.

Hal di atas terjadi, antara lain, akibat umumnya pemakai bahasa tidak disiplin dalam berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Pemakai bahasa sering tidak konsisten dalan penulisan singkatan, baik untuk gelar doktor maupun dokter: dr. Dr. DR.

Misalnya:
(1)    Dr. Subki Abdulkadir
(2)    dr. Subki Abdulkadir
(3)    DR. Subki Abdulkadir

Apakah Bapak Subki Abdulkadir itu seorang yang bergelar doktor atau dokter? Pertanyaan itu muncul karena adanya penulisan seperti (1), (2), dan (3) di atas.

Mengenai perbedaan arti dokter dan doktor, pada umumnya orang mengetahuinya. Sesuai dengan yang ada dalam buku KBBI, sebagai acuan berbahasa dengan benar, orang memahami bahwa  doktor adalah gelar kesarjanaan tertinggi yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya, sedangkan dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatannya.

Jadi, masalah perbedaan arti kedua kata itu sudah sangat jelas, tetapi cara penulisan singkatannya itu ternyata masih banyak yang ragu-ragu. Sering orang menulis singkatan gelar doktor dengan d besar dan r besar seperti ini DR, padahal yang benar cukup dengan d besar dan r kecil seperti ini Dr.

Sementara ini masih banyak terjadi di mana-mana, penulisan singkatan dokter dengan d besar dan r kecil seperti ini Dr. Padahal, yang benar cukup dengan d kecil dan r kecil seperti ini dr.

Jadi, menurut kaidah bahasa baku bahasa Indonesia,

jika Bapak Subki Abdulkadir bergelar dokter, penulisan singkatan yang benar adalah
dr. Subki Abdulkadir (Benar)

bukan
Dr. Subki Abdulkadir (Salah).

Jika Bapak Subki Abdulkadir bergelar doktor, penulisan singkatan yang benar adalah
Dr. Subki Abdulkadir (Benar)

bukan
DR. Subki Abdulkadir (Salah).

Jika Bapak Subki Abdulkadir gelarnya berderet, misalnya doktor, dokter, insinyur, haji, sarjana hukum, dan sarjana ekonomi, penulisan singkatan yang benar adalah
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E.

Jangan lupa pula, Anda harus memperhatikan dengan cermat penggunaan tanda baca titik, koma, serta kerenggangan antar unsurnya.  Bandingkan contoh penulisan di bawah ini.

Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Benar)
Dr.dr.Ir.H. Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, SH, SE (Salah)
DR. Dr. Ir. H. Subki Abdulkadir SH., SE. (Salah)
Dr dr Ir H Subki Abdulkadir, S.H., S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H, S.E (Salah)
Dr. dr. Ir. H Subki Abdulkadir, S.H. S.E. (Salah)
DR. Dr. IR. H. Subki Abdulkadir S.H., S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H. S.E. (Salah)
Dr. dr. Ir. H. Subki Abdulkadir, S.H, S.E (Salah)

Semoga hal-hal di atas memicu kita untuk lebih cermat dalam berbahasa, terutama  ketika kita berkomunikasi dalam forum resmi, seperti dalam pelantikan; dalam karya tulis keilmuan dan/atau kedinasan.

DR, Dr, atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit)
  1. Dr.(H.C.) digunakan untuk gelar kehormatan Doktor Honoris Causa yaitu doktor kehormatan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi kepada seseorang sesuai dengan ketokohan dalam suatu bidang tertentu.
  2. Dr. adalah singkatan doktor, suatu gelar pendidikan Strata Tiga (S3). Dr. merupakan gelar akademik tertinggi. Contoh penulisan yang salah: DR. IR. HARYADI atau DR. IR. Haryadi; seharusnya: Dr. Ir. HARYADI atau Dr. Ir. Haryadi.
  3. dr. adalah singkatan bagi dokter (ahli penyakit) yang merupakan sebutan profesional untuk seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Contoh penulisan yang salah: DR. USMAN atau Dr. Usman; seharusnya: dr. USMAN atau dr. Usman.
Sering ditanyakan, bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. Hal ini adalah masalah tata kalimat. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Menyiasati masalah tersebut maka penulisan ‘dr. A’ di awal kalimat seharusnya diubah menjadi ‘Dokter A’.

sumber :

Pengertian Dejavu dan Rahasia di Balik Dejavu

 
pengertian dejavu
 
Pengertian Dejavu dan Rahasia di Balik Dejavu - Pernahkah Anda mengalami perasaan pernah melakukan kegiatan yang sama persis sebelumnya? Merasakan sebuah kondisi yang sama persis sebelumnya? Melihat dan mendengar hal yang sama sebelumnya? Hal ini memang terkadang sangat membingungkan karena pada saat itu pula kita tidak mampu mengingat kapan dan dimana pernah melakukan kegiatan tersebut. Hal tersebut seolah-olah ada dalam mimpi namun kenapa bisa benar-benar terjadi. Inilah misteri yang biasa disebut orang dengan Dejavu.

Berdasarkan penelitian, 70% manusia di bumi pernah merasakan déjà vu. Jadi, fenomena psikologis tersebut adalah hal yang sangat wajar dan bukan merupakan suatu kutukan atau karma sebagaimana banyak dipercayai orang. Déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya "pernah lihat". Maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Di Yunani, fenomena ini disebut dengan paramnesia yang merupakan gabungan kata para artinya adalah "sejajar" dan mnimi artinya "ingatan".

Kenapa déjà vu bisa terjadi?
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa déjà vu bisa terjadi? Jangan dulu berpikiran bahwa ini adalah fenomena alam yang tidak mampu dijelaskan secara ilmiah karena para ilmuan telah menemukan jawaban akan fenomena yang ada dalam alam pikiran manusia tersebut. Déjà vu terjadi karena adanya gelombang yang diantarkan ke dalam otak. Gelombang tersebut tercipta setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia. Gelombang ini lalu diterjemahkan ke dalam bentuk impuls listrik lalu dikirim ke otak dan dibaca. Tapi ada kalanya otak kita memiliki sensitivitas tinggi sehingga gelombang yang dibaca berupa amplitudo dan frekuensi tertentu tergantung dari kualitas otak kita.

Contoh sederhananya suatu waktu kita dalam hati mendendangkan sebuah lagu. Lalu kita menyalakan radio dan di radio sedang dimainkan lagu yang sedang kita pikirkan tadi. Langsung kita berpikir “déjà vu”. Padahal, ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dikirim oleh stasiun pemancar, selain diterima oleh radio kita, juga dibaca oleh otak kita karena sifat otak kita yang super sensitive dalam menerima gelombang listrik itu tadi.
 
Ada lagi teori lain yang menjelaskan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Déjà vu dipengaruhi usia
Ada pula yang beranggapan bahwa déjà vu ini adalah sebuah penyakit dalam ingatan,  sehingga semakin tua umur seseorang maka akan semakin sering pula terjadi déjà vu. Seorang ilmuwan asal Jepang dan juga merupakan seorang neuroscientist MIT , Susumu Tonegawa, melakukan eksperimen terkait fenomena ini pada tikus dengan membandingkan ingatan pribadi (episodik) dengan ingatan baru yang tercatat dalam dentate gyrus. Ia menemukan bahwa tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Macam-macam déjà vu
Déjà vu juga terjadi dalam berbagai bentuk, ada yang hanya bisa mengingat secara samar-samar, ada yang hanya mengingat lokasi kejadian dan ada pula yang mengingat hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, déjà vu terdiri dari empat jenis yakni:

1. Déjà Vu

Déjà vu jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah merasakan suatu kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di masa yang lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu akan diikuti oleh perasaan takut, rasa familiar yang kuat, dan merasa aneh.

2. Déjà Vécu

Perasaan yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.

3. Déjà Senti

Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Suatu ketika Anda pernah merasakan sesuatu dan berkata “Oh iya saya ingat!” atau “Oh iya saya tahu!” namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya Anda tidak pernah berbicara apa pun.

4. Jamais Vu

Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Kalau déjà vu mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah dilakukan sebelumnya, Jamais Vu lain lagi. Tipe déjà vu semacam ini justru tiba-tiba kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang pernah terjadi dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.

5. Déjà Visité

Déjà vu tipe ini lebih menitikberatkan pada ingatan seseorang akan sebuah tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya tapi merasa pernah berada pada lokasi yang sama. Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi
 

Perbedaan Tidur Siang dan Tidur Malam



Perbedaan Tidur Siang dan Malam - Jika Tidur ½ jam dengan lelap pada siang hari dapat memberikan kesegaran kembali setelah bangunnya dengan nilai yang setara dengan tidur 1 jam dengan lelap pada malam harinya. Tetapi apabila lebih dari ½ jam (1 jam atau lebih), Anda malah akan merasa kelelahan.

Secara alami berdasarkan jam tubuh kita (kebiasaan kita), metabolisme tubuh (proses kerja sistem tubuh, termasuk menghasilkan energi) pada siang hari berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan malam hari. Hal ini disebabkan aktivitas pada siang hari membutuhkan energi lebih banyak di banding malamnya.

Di dalam tidur terjadi penurunan percepatan metabolisme tubuh dikarenakan tubuh dalam keadaan beristirahat. Dalam ½ jam pertama kita tidur pada siang hari percepatan penurunan metabolisme tubuh belum seberapa, sehingga efek segar terasa di saat kita bangun, bahkan setara dengan 1 jam apabila Anda tidur malam hari. Karena pada malam hari kecepatan metabolisme tubuh memang dalam keadaan lambat. Sedangkan pada ½ jam pertama kita tidur pada siang hari, kecepatan metabolisme tubuh masih cepat dan menghasilkan energi lebih banyak dibanding malam harinya, sehingga kita merasa lebih segar.

Namun apabila kita tidur sampai 1 jam atau lebih pada siang hari, tubuh akan mengalami percepatan penurunan metabolisme yang lebih tajam karena tubuh beranggapan bahwa kita sudah tidak akan beraktivitas lagi. Pada saat kita bangun kita menjadi merasa sangat lelah. Hal ini disebabkan jumlah energi yang dihasilkan metabolisme tubuh lebih sedikit karena mengalami penurunan percepatan, sedangkan kebutuhannya lebih banyak.

Sedangkan bila kita tidur cukup pada malam harinya, pada saat bangun pada pagi hari kita akan merasakan tubuh lebih segar disebabkan metabolisme tubuh secara otomatis berdasar jam tubuh (kebiasaan kita) akan meningkat percepatannya pada saat matahari mulai terbit.

Penyakit Yang Muncul Akibat Suka Membawa Ponsel ke Tempat Tidur



Ponsel alias telepon seluler sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup moderen, sampai-sampai saat tidur pun benda ini selalu dibawa. Kelihatannya sepele, tetapi membawa ponsel saat tidur punya dampak bagi kesehatan.

Masalah utama yang akan muncul ketika seseorang tidur dengan membawa ponsel dalam kondisi menyala adalah terganggunya kualitas tidur. Berawal dari tidur yang tidak nyenyak itulah, berbagai penyakit dan gangguan kesehatan bisa muncul belakangan.

Beberapa gangguan kesehatan yang bisa dialami akibat suka membawa ponsel ke tempat tidur antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Livescience dan MSNBC, Minggu (30/9/2012).

1. Kurang tidur
Sebuah penelitian di Stony Brook University mengungkap, 70 persen remaja di Amerika Serikat tidur dengan tetap mengaktifkan ponsel dan meletakkannya di dekat tempat tidur. Akibatnya kualitas tidur berkurang karena sering terbangun tengah malam hanya untuk membaca SMS yang masuk.

Dampak dari kualitas tidur yang buruk ini sangat luas, termasuk menurunnya prestasi akademis dan juga kesehatan secara keseluruhan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk membuat orang rentan obesitas, diabetes serta gangguan jantung.

2. Sleep texting
Pakar kesehatan tidur di Amerika Serikat, Dr Marcus Schmidt mengatakan 4 dari 5 remaja selalu membawa ponsel saat tidur dan hanya 1 dari 10 remaja yang benar-benar mematikan ponselnya saat tidur. Karena tidurnya jadi tidak nyenyak, maka para remaja ini rentan mengalami sleep texting atau berkirim SMS saat tidur.

Sleep texting berada dalam satu kategori gangguan tidur lainnya seperti berjalan saat tidur (sleep walking), mengigau (sleep talking) ataupun berhubungan seks saat tidur (seksomnia). Gangguan ini juga sekaligus merupakan salah satu gejala kecanduan teknologi.

3. Gangguan mental
Berkurangnya kualitas tidur gara-gara tidak mematikan ponsel saat tidur juga berpengaruh pada kesehatan kejiwaan. Sebuah penelitian di Jepang mengungap, remaja yang tidur dengan membawa ponsel lebih rentan terhadap kecenderungan bunuh diri.

Tidak diketahui pasti hubungannya, namun kurang tidur memang bisa memicu depresi yang meruapakan salah satu pencetus kecenderungan bunuh diri. Terlebih karena penelitiannya dilakukan di Jepang, faktor budaya juga berpengaruh karena angka bunuh diri di negara ini memang sangat tinggi.